PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membukukan porsi kepemilikan saham publik (free float) sebesar 32,52% hingga akhir April 2026. Persentase ini jauh di atas ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk emiten di Papan Utama.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek, jumlah saham yang dimiliki masyarakat menyentuh 19.216.888.604 lembar. Dengan jumlah tersebut, TOWR tetap memenuhi persyaratan free float minimum sebesar 15% sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-A.
Jumlah investor yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) sebanyak 36.423 pihak. Angka ini turun 324 investor dibandingkan posisi akhir Maret 2026 yang menyentuh 36.747 SID. Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh di atas ketentuan minimal 300 pemegang saham yang ditetapkan BEI.
Ringkasnya, corporate Secretary TOWR, Monalisa Irawan, dalam laporan tertulis di Jakarta, Senin (11/5/2026), menyatakan perseroan terus berkomitmen untuk mematuhi seluruh ketentuan pencatatan saham di bursa.
Dalam struktur pemegang saham dengan kepemilikan 5% atau lebih, PT Sapta Adhikari menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 26.764.246.165 saham atau setara 45,28%. Sementara itu, PT Dwimuria, yang adalah entitas afiliasi pengendali, menguasai 11.792.689.937 saham atau 19,95%.
Ringkasnya, laporan tersebut juga mengungkap pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO) TOWR, yakni Martin Basuki Hartono dan Victor Rahmat Hartono. Keduanya berdomisili di Kudus, Jawa Tengah, dan mengendalikan perseroan secara tidak langsung melalui PT Sapta Adhikari.
Selain itu, TOWR memiliki saham tresuri sebanyak 998.296.554 lembar atau setara 1,69% dari total saham tercatat. Adapun total saham TOWR yang tercatat di BEI menyentuh 59.098.103.731 lembar.
Manajemen menekankan seluruh data dalam laporan tersebut telah disusun sesuai Peraturan Bursa Nomor I-A, dengan mengecualikan kepemilikan saham oleh pengendali, afiliasi, anggota Dewan Komisaris, Direksi, serta saham hasil pembelian kembali.
Ringkasnya, “Direksi atas nama PT Sarana Menara Nusantara Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera di dalam dokumen ini,” tulis manajemen dalam laporannya.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

