PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan reli kinerja pada kuartal I-2026, seiring percepatan transformasi bisnis dari perusahaan petrokimia tradisional menjadi pemain regional di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.
Dalam laporan terbarunya, perseroan membukukan EBITDA sebesar US$ 421 juta dan laba bersih US$ 205 juta pada kuartal I-2026. Capaian tersebut meroket masing-masing 1.813,6% dan 954,2% dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu.
Kinerja impresif ini ditopang kontribusi signifikan dari segmen energi yang kini berubah menjadi penyumbang terbesar dengan porsi sekitar 60% terhadap total pendapatan. Perubahan struktur bisnis ini berubah menjadi tonggak penting dalam strategi diversifikasi perseroan.
Chief Financial Officer Chandra Asri Pacific (TPIA) Andre Khor menuturkan, pertumbuhan tersebut tidak melepas dari keberhasilan integrasi aset energi yang diakuisisi dalam setahun terakhir.
Ringkasnya, “Perseroan memastikan proses integrasi berjalan lancar, termasuk kerja sama dengan mitra global dalam transaksi yang kompleks,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (5/5/2026).
Salah satu langkah strategis yang menopang kinerja adalah akuisisi kilang Aster di Singapura, sebelum itu dikenal sebagai Shell Energy & Chemicals Park, serta jaringan ritel bahan bakar Esso dari ExxonMobil. Langkah ini memperkuat posisi perseroan dalam rantai bisnis energi terintegrasi di kawasan Asia Tenggara.
Ringkasnya, selain itu, melalui entitas infrastruktur PT Chandra Daya Investasi Tbk dan pusat layanan bersama Chandra Asri Sentral Solusi, perseroan mulai menikmati pendapatan berulang (recurring income) serta efisiensi operasional.
Ringkasnya, editor: Indah Handayani
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

