Morgan Stanley And Co International PLC, telah menambah kepemilikan atau investasi dengan mengakumulasi sebanyak 3 miliar lembar (16,18%) saham perusahaan pengembang properti tersebut pada tanggal 2 Juli 2026.
Transaksi dilakukan sebanyak 2 kali melalui Bursa Efek Indonesia. Pertama, Morgan Stanley membeli sebanyak 3 miliar unit saham CTRA. Pada hari dan tanggal yang sama, Morgan Stanley juga menjalankan penjualan sebanyak 14.400 lembar saham pada harga Rp560 per lembar.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Selasa 7 Juli 2026, tujuan Morgan Stanley And Co International membeli saham CTRA adalah untuk investasi. Sementara itu Morgan Stanley bukan pemegang saham pengendali CTRA karena tidak bertujuan akuisisi. Status Morgan Stanley sebagai kepemilikan tidak langsung.
Ringkasnya, transaksi ini dilaporkan sesuai ketentuan Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka. Laporan ini disampaikan ke OJK pada 7 Juli 2026.
Sebelum transaksi, Morgan Stanley And Co International menggenggam saham CTRA sebanyak 410.582.783 unit atau setara 2,2151% saham. Setelah dilakukan transaksi tersebut, kepemilikan Morgan Stanley And Co International atas saham CTRA naik ke 3.410.571.383 unit atau setara dengan 18,40% saham.
Sebagai catatan, CTRA membukukan pendapatan sebesar Rp2,55 triliun pada kuartal I 2026, turun 6,37% dari Rp2,73 triliun pada kuartal I 2025. Beban pokok penjualan dan beban langsung CTRA meningkat ke Rp1,36 triliun padai kuartal I 2026, dari sebelum itu Rp1,33 triliun.
Hal ini menyebabkan laba kotor Perseroan terjungkal 15,04% menjadi Rp1,19 triliun pada kuartal I 2026, dibanding Rp1,4 triliun pada periode sama 2025. Sementara laba bersih emiten property ini merosot 21,51% menjadi Rp518,3 miliar pada kuartal I 2026, dibanding periode sama 2025.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Selasa 7 Juli 2026, saham CTRA tercatat turun 0,88% menjadi Rp565 per unit dibanding penutupan sehari sebelum itu Rp570 per unit. Selama perdagangan sepekan, saham CTRA turun 1,8%. Jika dibandingkan antara harga 8 Juni 2026 di Rp530 terhadap harga penutupan hari ini, saham CTRA telah meningkat sebesar 6,6%.
Ringkasnya, pT Ciputra Development Tbk (CTRA) bergerak dalam bidang pengembangan dan penjualan real estat, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, lapangan golf, serta menyediakan jasa (mulai dari desain hingga pemeliharaan) dan fasilitas.
Perusahaan ini didirikan pada bulan Oktober 1981 dengan nama PT Citra Habitat Indonesia, dengan proyek perumahan pertama yang dibangun pada tahun 1984 di Jakarta Barat – Citra Garden. Perusahaan ini berganti nama menjadi yang sekarang pada tahun 1990, lalu menjalankan IPO tahun 1994. Perusahaan terus mengembangkan bisnisnya secara nasional.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

