PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memastikan rencana penyesuaian organisasi di PT Tokopedia tidak akan menyalurkan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun operasionalnya.
Direktur GoTo Simon Tak Leung Ho menjelaskan posisi GOTO kini hanya sebagai pemegang saham sebesar 24,99% di PT Tokopedia. Sejak kepemilikan terdilusi pada Januari 2024, Tokopedia tidak kembali dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan GOTO.
“Sebagai pemegang saham senilai 24,99% di PT Tokopedia menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau diproyeksikan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi," tulisnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Prospek Emiten Rumah Sakit Tetap Cerah di 2026, Tinjau Saham Rekomendasi Analis
Ringkasnya, adapun investasi GOTO di Tokopedia kini dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai PSAK 228 tentang Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama. Karena itu, dampak keuangan hanya terbatas pada bagian laba atau rugi bersih entitas asosiasi.
Simon memperkirakan rencana penyesuaian organisasi di Tokopedia tidak akan menyalurkan dampak material terhadap bagian laba atau rugi bersih yang diakui perseroan.
Ringkasnya, “Khususnya terkait berita mengenai rencana penyesuaian organisasi oleh PT Tokopedia, berdasarkan estimasi Perseroan tidak terdapat dampak material terhadap bagian GOTO atas laba/(rugi) bersih PT Tokopedia,” katanya.
Baca Juga: Chandra Daya Investasi (CDIA) Berencana Akuisisi 40% Saham Anak Usaha KEUNTUNGAN
Selain aspek keuangan, GOTO juga tidak memperkirakan adanya dampak material terhadap aspek non keuangan. Dengan demikian, perseroan menyatakan tidak berencana mengambil langkah khusus sebagai respons atas penyesuaian organisasi tersebut.
Simon menekankan hingga kini belum memiliki rencana dalam waktu dekat terkait perubahan kepemilikan sahamnya di PT Tokopedia dan akan tetap memenuhi kewajiban keterbukaan informasi apabila terdapat fakta material yang perlu disampaikan kepada publik.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

