PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk membenarkan adanya pembelian saham perseroan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bernilai kurang dari 1 persen. Melalui surat keterbukaan informasi yang ditujukan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 5 Mei 2026, GoTo menyambut baik masuknya Danantara. "Sesuai dengan pemberitaan di media, kami memahami bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah membeli sejumlah saham perseroan melalui Bursa dalam jumlah kurang dari 1 persen dari saham yang diterbitkan oleh perseroan," kata Sekretaris Perusahaan GoTo R.A.
Koesoemohadiani. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT GoTo menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang perseroan. "Kepercayaan tersebut berubah menjadi dorongan positif bagi perseroan untuk terus menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan, profesional, dan terus berlandaskan pada tata kelola perusahaan yang baik," tulis surat tersebut.
GoTo menyatakan senantiasa mematuhi ketentuan kewajiban pelaporan atas kepemilikan saham perseroan. Sejak Maret 2026, GoTo telah menyatakan Laporan Kepemilikan Saham yang sudah memuat informasi soal pemegang saham dengan kepemilikan saham sebesar 1 persen - 5 persen kepada BEI.
Sesuai dengan ketentuan, informasi tersebut adalah informasi yang bersifat privat dan disampaikan secara terbatas kepada BEI. Sementara itu, informasi mengenai pemegang saham di atas 1 persen sampai dengan 5 persen tersebut dapat diakses oleh masyarakat melalui pengumuman yang dilakukan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia yang tersedia pada situs BEI.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani juga telah membenarkan informasi pembelian saham GoTo tersebut. Ia menekankan proses investasi tersebut bukan kembali sebatas rencana. "Ya, kita sudah masuk kok sebetulnya.
Sudah mulai masuk (posisi sebagai pemegang saham)," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5). Meski belum mengungkap secara rinci porsi kepemilikan Danantara di GoTo, Rosan mengisyaratkan perubahan kebijakan di startup itu mulai terlihat sejak awal tahun berjalan seiring masuknya peran Danantara. "Ya perubahan-perubahan itu mulai berlangsung kan di Januari, ya kan?
Itu aja kodenya," katanya. Rosan menyampaikan tujuan utama Danantara masuk ke GoTo bukan semata urusan investasi finansial, melainkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol) yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis aplikator. "Yang penting kan buat kita ini adalah kesejahteraan ojol.
Bagaimana kita bisa meningkatkan kesejahteraan ojol termasuk adanya BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan," ujarnya. Menurut dia, sejumlah kebijakan yang belakangan muncul untuk pengemudi, mulai dari pemberian perlindungan jaminan sosial hingga bonus hari raya (BHR) yang nilainya dilipatgandakan, tak melepas dari pembicaraan Danantara dengan manajemen perusahaan. "Itu kan tadinya sebelum itu enggak ada.
Ringkasnya, kemudian pada saat BHR kemarin, itu kan juga sebetulnya dari kami yang bicara agar THR-nya itu dilipatgandakan, di-double-kan. Itu juga dari kami sebetulnya," tutur Rosan.
Ringkasnya, ia menjelaskan Danantara juga mendorong perubahan strategi bisnis di industri ride hailing. Selama ini, kata Rosan, perusahaan aplikator banyak menghabiskan dana untuk perang promosi dan pemasaran atau burning cash.
Dana itu, berdasarkan dia, lebih baik dialihkan untuk kepentingan mitra pengemudi. "Tadinya kan perusahaan ojol ini mereka saling marketing, saling burning cash sampai ratusan juta dolar hanya untuk marketing. Ya udah, kita ajak ngomong aja yang lain, enggak usah kita burning cash seperti ini, mendingan dana ini kita pakai sepakat untuk kepentingan ojol," katanya.
Rosan juga menekankan peran Danantara dalam GoTo belum berhenti. Ia mengungkap masih ada sejumlah agenda lanjutan yang sedang disiapkan, termasuk pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penurunan potongan aplikasi maksimal 8 persen. "Nanti masih ada kembali kesejahteraan kita yang akan kita jalankan dan sudah ada arahan Bapak Presiden (Prabowo) 8 persen maksimal dan itu dalam waktu dekat digelar alhasil kesejahteraan ojol bisa meningkat ke depannya," ucapnya.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

