Saham emiten teknologi GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) turun ke level terbawah yang bisa diperdagangkan di papan utama yakni berada di Rp50 per saham. Saham GOTO yang sempat berusaha naik di sesi pertama, akhirnya tidak bergerak di level terbawah dengan antrean lepas dari pemegang saham nilainya sudah menyentuh ratusan miliar.
Pada perdagangan hari ini, saham GOTO tidak bergerak di level Rp50 per saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp123 miliar. Sebanyak 2,47 miliar saham dalam 21 ribu kali transaksi.
Mengutip data broker summary, investor ramai-ramai berusaha melego saham GOTO dengan total antrean lepas menyentuh 127 juta lota atau setara 12,7 miliar saham GOTO. Antrean lepas tersebut dilakukan di fraksi harga Rp50 hingga Rp67, dengan lapisan paling tebal berada di kisaran harga Rp50 hingga Rp53.
Total antrean lepas saham GOTO pagi ini setidaknya menyentuh Rp700 miliar. Anjloknya saham GOTO berlangsung seiring dengan pengumuman terkait batas potongan komisi aplikator yang dipatok maksimal 8%.
Pihak GOTO mengungkap perusahaan akan mematuhi peraturan pemerintah sementara itu akan mengkaji untuk memahami implikasi dan penyesuaian yang perlu dilakukan. Sebelum itu, CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani menerangkan telah masuk ke pemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sejak lama.
Ringkasnya, menurutnya cara ini dilakukan pemerintah untuk menyejahterakan para pengemudi. "GoTo. Kita sudah masuk sebetulnya.
Sudah mulai masuk," kata Rosan, di Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026).Pemberian kesejahteraan yang dimaksud seperti pemberian BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, termasuk Bantuan Hari Raya (BHR) yang lebih tinggi diberikan dari tahun sebelum itu."Ya makanya bisa ada, lahirlah kebijakan-kebijakan yang menyejahterakan ojol. Nah, kemarin sesuai juga dengan pak presiden karena Tokopedia ini, selama ini kan selalu rugi, baru tahun berjalan kan kuartal ini mulai untung.
Kemudian pada saat BHR kemarin itu kan juga sebetulnya dari kami yang bicara agar BHR, THR-nya itu dilipatgandakan, di doublekan. Itu juga dari kami," kata Rosan.Saat ditanya sejak kapan Danantara membeli saham GoTo, menurut Rosan dilakukan saat para aplikator itu menyalurkan bantuan kepada pengemudi."Kan perubahan itu mulai berlangsung kan di Januari.
Ya itu aja kodenya itu aja," katanya.Meskipun dia belum akan membeberkan berapa nilai saham yang dimiliki Danantara pada GoTo. Sebabnya proses yang dilakukan masih berjalan."Masih berlanjut, bertahap," katanyaRosan juga menjelaskan, iuran BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan untuk para pengemudi, ditanggung perusahaan.
Itu adalah alokasi dari dana marketing yang dibayarkan aplikator."Ya karena gini tadinya perusahaan ojol ini mereka saling marketing. Burning cash, ratusan juta dolar untuk marketing.
Ringkasnya, ya udah kita ajak ngomong yang lain, kita gak usah burning cash seperti ini, mendingan dana ini kita pakai sepakat untuk kepentingan ojol dari pada kita saling bakar-bakar duit. Alhamdullilah karena yang ngomong kita jadi di dengar lah," tuturnya.
Dari keterbukaan Bursa Efek Indonesia, GoTo juga sudah menyalurkan penjelasan terkait kepemilikan Danantara. Menurut manajemen Danantara telah membeli sejumlah saham melalui bursa dalam jumlah kurang dari 1% saham yang diterbitkan oleh perseroan."Perseroan menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang Perseroan.
Kepercayaan tersebut menjadi dorongan positif bagi Perseroan untuk terus menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan, profesional, dan terus berlandaskan pada tata kelola perusahaan yang baik," kata tulis keterangan itu.Perseroan juga berkomitmen akan melaporkan atas kepemilikan saham, yang sudah dilaporkan sejak Maret 2026. Berisi kepemilikan saham perseroan sebesar 1% - 5% kepada BEI."Sementara itu demikian, sesuai dengan ketentuan yang diterapkan oleh BEI, informasi tersebut adalah informasi yang bersifat privat dan disampaikan secara terbatas kepada BEI.
Sementara itu, informasi publik mengenai pemegang saham di atas 1% sampai dengan 5% tersebut berpotensi diakses oleh masyarakat melalui pengumuman yang dilakukan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia yang tersedia pada situs web Bursa Efek Indonesia, dengan informasi terakhir berpotensi diakses melalui tautan berikut: https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/202604 /bf515f5e01_34524452aa.pdf," tulis keterangan itu.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

