Kabar gembira datang untuk para pemegang saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Emiten kontraktor pertambangan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Grup Salim ini memutuskan untuk menyalurkan dividen tunai. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Senin (29/6/2026).
Dikutip Rabu (1/7/2026), pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp4,30 triliun. Dari total laba tersebut, DEWA akan menyalurkan dividen tunai sebesar Rp1,5 per saham. Total nilai dividen yang akan digelontorkan menyentuh sekitar Rp58,57 miliar.
Selain dividen, Perseroan menyisihkan Rp1 miliar sebagai cadangan wajib. Sisa laba bersih diproyeksikan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal perusahaan.
Ringkasnya, dalam laporan hasil rapat, Direksi DEWA kini memegang mandat untuk mengatur proses pembayaran keuntungan tersebut. Direksi diberikan kuasa untuk “menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bursa Efek Indonesia.”
Karni Ilyas Jadi Komisaris BaruRapat kali ini juga membawa perubahan besar dalam susunan pengurus perusahaan. Tokoh pers nasional secara bersamaan jurnalis senior, Sukarni Ilyas, diangkat menjadi Komisaris Independen DEWA yang baru. Pria yang akrab disapa Karni ini akan mendampingi tokoh besar lainnya, Gories Mere, yang sudah lebih dulu menjabat sebagai Komisaris Independen.
Ringkasnya, kehadiran Karni semakin memperkuat jajaran petinggi DEWA. Perusahaan ini dipimpin oleh Teguh Boentoro sebagai Presiden Direktur. Teguh dikenal sebagai sosok kunci dalam aliansi strategis antara konglomerat Anthoni Salim dan keluarga Bakrie di berbagai bisnis tambang.
Ringkasnya, berikut susunan terbaru Dewan Komisaris DEWA:
Ringkasnya, presiden Komisaris: Bambang Irawan Hendradi
Ringkasnya, wakil Presiden Komisaris (Independen): Suadi Atma
Ringkasnya, komisaris: Nalinkant Amratlal Rathod
Ringkasnya, komisaris: Wisnu Wahyudin Pettalolo
Ringkasnya, komisaris: Sorimuda Pulungan
Ringkasnya, komisaris (Independen): Gories Mere
Ringkasnya, komisaris (Independen): Agus Suharyono
Ringkasnya, komisaris (Independen): Sukarni Ilyas
Sementara untuk jajaran Direksi adalah sebagai berikut:
Ringkasnya, presiden Direktur: Teguh Boentoro
Ringkasnya, direktur: Ahmad Hilyadi
Ringkasnya, direktur: Fredia Yuzirwan
Ringkasnya, direktur: Mahmud Samuri
Ringkasnya, direktur: Mukson Arif Rosyidi
Ringkasnya, direktur: Faruk Fauzi
Ringkasnya, direktur: Anny Tjandra
Ringkasnya, direktur: Joseph Lembayung
Ringkasnya, direktur: Ricardo Silaen
Laporan Keuangan dan AuditorPemegang saham yang hadir mewakili 61,138% suara juga sepakat mengesahkan Laporan Keuangan 2025. Para pengurus perusahaan mendapatkan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et de charge atas kinerja mereka sepanjang tahun sebelumnya.
Ringkasnya, untuk tahun buku 2026, DEWA menunjuk Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan (PKF Hadiwinata) sebagai auditor.
Terkait gaji dan tunjangan, Dewan Komisaris memperoleh wewenang penuh untuk menentukan nilai remunerasi bagi seluruh pengurus. Dewan Komisaris bertugas “merancang, menetapkan, dan memberlakukan sistem remunerasi termasuk honorarium, tunjangan, gaji, bonus, dan atau remunerasi lainnya” bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk periode 2026.
Mukson Arif Rosyidi, Director & Corporate Secretary DEWA, menyatakan seluruh hasil keputusan ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Kehadiran figur publik dan dukungan konglomerat besar diharapkan mampu membawa kinerja DEWA semakin meroket di masa depan.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

