Saham emiten milik konglomerat Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin (14/9/2026). saham BYAN terjungkal 9,11% atau turun 1.125 poin ke level Rp11.225 per saham pada pukul 09.57 WIB. Seiring dengan penurunan harga saham kapitalisasi pasar Bayan Resources juga ikut tergerus menjadi sekitar Rp374,17 triliun.
Padahal saham di sektor tambang tersebut sempat meroket tinggi ke level Rp17.275 per saham pada tanggal 18 Agustus 2026. Jika dibandingkan dengan level Rp17.275 per saham yang sempat dicapai BYAN, kapitalisasi pasar Bayan Resources kini telah menyusut sekitar Rp201,66 triliun.
Saat saham berada di level Rp17.275, nilai pasar perseroan diperkirakan menyentuh Rp575,83 triliun. Sementara itu, setelah saham merosot ke Rp11.225 per saham, kapitalisasi pasar BYAN melemah ke Rp374,17 triliun.
Artinya, dalam periode tersebut, nilai pasar emiten batu bara milik Low Tuck Kwong telah tergerus sekitar 35,02%. Saat BYAN mengenai harga Rp17.000-an, beredar rumor bahwa 62,2% saham emiten milik Low Tuck Kwong tersebut akan diakuisisi Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Sebagai gambaran, laporan kepemilikan saham BYAN per 31 Agustus 2026 menunjukkan Dato' Low Tuck Kwong menguasai 40,251% saham, sementara anaknya, yakni Elaine Low menguasai 22,002%. Jika digabungkan, kepemilikan keduanya menyentuh sekitar 62,253%, sangat dekat dengan angka 62,2% yang muncul dalam rumor tersebut.Mengutip keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 18 Agustus 2026, Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero menekankan, kini Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut."Sementara itu pemegang saham pengendali Perseroan telah menyatakan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan," ungkap Jenny sebagaimana dikutip keterbukaan informasi BEI.Terpisah, emiten terafiliasi Haji Isam PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) memberi tanggapan terkait pemberitaan mengenai rencana pengambilalihan BYAN oleh pengusaha asal Kalimantan tersebut.Dalam tanggapannya kepada Bursa, JARR menyatakan tidak memiliki rencana untuk menjalankan akuisisi atas saham BYAN.
Penegasan tersebut juga berlaku bagi grup perseroan hingga tanggal penyampaian surat klarifikasi.Perseroan juga menyalurkan penjelasan terkait kemungkinan adanya rencana akuisisi yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali maupun pemilik penerima manfaat atau ultimate beneficial owner. Hingga kini, JARR menyatakan belum menerima konfirmasi ataupun pemberitahuan resmi terkait adanya rencana maupun informasi atau fakta material mengenai akuisisi saham BYAN.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

