Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi mengalami pembalikan arah atau technical rebound pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Peluang penguatan jangka pendek ini terbuka sesudah indeks mengalami tekanan selama lima hari berturut-turut.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memprediksi indeks akan mencoba bangkit dari zona merah. Pergerakan hari ini menjadi momen penting setelah pelemahan tajam pada awal pekan.
“IHSG berpotensi short term teknikal rebound hari ini, sesudah 5 hari berturut-turut terkoreksi,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada perdagangan Senin (18/5/2026), IHSG ditutup merosot 124,079 poin atau turun 1,85% ke level 6.599,240. Padahal, pada pembukaan perdagangan di hari yang sama, indeks masih berada di posisi 6.628,976. Sepanjang hari kemarin, IHSG bahkan sempat mengenai level terendah di posisi 6.300.
Data bursa menunjukkan sebanyak 616 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, hanya 125 saham yang berhasil terangkat dan 79 saham lainnya tidak bergerak.
Pelemahan indeks kemarin dibarengi dengan aksi lepas bersih oleh investor asing. Total nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp460 miliar.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran lepas utama pemodal mancanegara. Saham-saham tersebut meliputi ANTM, BREN, AMMN, ADRO, dan DSSA.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memetakan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 6.460-6.500. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 6.650-6.700.
Ringkasnya, fanny juga menyodorkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati investor. “Trading idea hari ini: BBNI, MBMA, UNTR, PTRO, BUMI dan BUVA,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

