Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,4 persen ke level 6.628,98 pada pembukaan perdagangan Senin (18/5/2026). Semenit berjalan, indeks melanjutkan pelemahan yang cukup dalam yaitu 2,56 persen ke 6.551.
Sebanyak 113 saham di zona hijau, 462 turun, dan 384 lainnya stagnan. Transaksi awal mengenai Rp1,3 triliun, dengan volume 1,8 miliar lembar saham.
Indeks LQ45 mengalami pelemahan 2,16 persen ke 643, indeks JII mengalami pelemahan 3,42 persen ke 422, indeks MNC36 mengalami pelemahan 1,93 persen ke 283, dan IDX30 mengalami pelemahan 1,82 persen ke 364.
Ringkasnya, untuk indeks sektoral semua kompak berada di zona merah seperti energi, konsumer nonsiklikal, keuangan, properti, transportasi, industri, teknologi, bahan baku, konsumer siklikal, infrastruktur, industri dan kesehatan.
Pergerakan IHSG masih masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Sementara dari dalam negeri, pasar diproyeksikan mencermati Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diharapkan menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

