Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi berpotensi mengalami pelemahan pada perdagangan Senin (25/5/2026). Pergerakan indeks hari ini patut dicermati oleh para investor.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyalurkan pandangannya mengenai arah pasar. Menurutnya, indeks masih dibayangi tekanan meski sempat terangkat sebelum itu.
“IHSG berpotensi pelemahan kembali hari ini,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada perdagangan Jumat (22/5/2026), IHSG ditutup terangkat 67,104 poin atau naik 1,10% ke level 6.162,045. Angka ini meningkat dari penutupan Kamis (21/5/2026) di posisi 6.094,941.
Indeks sebenarnya sempat dibuka terkoreksi pada level 6.065,626. Sementara itu, IHSG berhasil bangkit hingga menembus level psikologis 6.100.
Sepanjang minggu lalu, IHSG tercatat naik 1,1%. Sayangnya, kenaikan ini dibarengi dengan aksi lepas bersih oleh investor asing. Total nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp1,07 triliun.
Sejumlah saham papan atas menjadi sasaran lepas para pemodal luar negeri. Saham-saham tersebut meliputi BBCA, BMRI, TPIA, AMMN, dan TLKM.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 5.900-6.100. Sementara itu, titik hambat atau batas atas (resistance) diestimasi berada di posisi 6.200-6.250.
Fanny juga menyalurkan beberapa ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati. “Trading idea hari ini: BBNI, TLKM, JPFA, SUPA, EMTK, dan SCMA,” imbuhnya.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

