Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan rentan mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Tekanan lepas investor asing menjadi perhatian utama pasar setelah membukukan nilai cukup besar pada hari sebelum itu.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyatakan pandangannya mengenai kondisi pasar terkini. Ia melihat adanya risiko penurunan indeks dalam jangka pendek.
“IHSG berpotensi pelemahan hari ini,” ujar Fanny dalam laporan risetnya, Senin (25/5/2026).
Pada perdagangan awal pekan, Senin (25/5/2026), IHSG sebenarnya ditutup terangkat. Indeks naik 44,304 poin atau 0,72% ke level Rp6.206,349. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan penutupan Jumat (22/5/2026) di level Rp6.162,045.
IHSG sempat dibuka terangkat pada level Rp6.187,655. Indeks bahkan berhasil menembus angka psikologis Rp6.200. Sementara itu, penguatan ini dibayangi aksi lepas bersih (net sell) investor asing menyentuh sekitar Rp2,09 triliun.
Sejumlah saham menjadi target lepas utama pemodal asing. Saham-saham tersebut antara lain AMMN, BMRI, AMRT, ANTM, dan TPIA.
Ringkasnya, untuk perdagangan hari ini, Fanny memproyeksikan rentang gerak indeks. Batas bawah atau support IHSG berada pada level 6.060-6.170. Sementara itu, batas atas atau resistance diprediksi berada di level 6.250-6.270.
Meski ada bayang-bayang pelemahan, BNI Sekuritas tetap melihat peluang pada beberapa saham. “Trading idea hari ini: TINS, DMAS, UVCR, MAPI, WBSA, dan INDY,” imbuh Fanny.
Ringkasnya, berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
Ringkasnya, 1. TINS – Buy on Weakness
Ringkasnya, 2. DMAS – Buy on Weakness
Ringkasnya, 3. UVCR – Buy on Weakness
Ringkasnya, 5. WBSA – Buy if Break
Ringkasnya, 6. INDY – Buy on Weakness
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau melepas saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

