Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Adapun indeks terkoreksi 1,85 persen dan ditutup di 6.599 pada penutupan hari sebelum itu, disertai dengan munculnya tekanan lepas.
“Posisi pergerakan IHSG kini, diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam. Hal ini berarti, IHSG masih akan berisiko melanjutkan koreksinya untuk menguji 6.307-6.379,” tulis Riset MNC Sekuritas.
IHSG diestimasi berada pada support 6.270,6.148 dan resisten 6.640,6.745.
Ringkasnya, berikut, saham yang menarik dicermati:
Ringkasnya, pT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - Buy on Weakness
ADMR terkoreksi 6,20 persen ke harga Rp1.665 dan disertai dengan adanya peningkatan tekanan lepas. Posisi ADMR diperkirakan berada pada bagian dari wave [y] dari wave A.
Ringkasnya, buy on Weakness: Rp1.510-Rp1.600
Ringkasnya, target Price: Rp1.820, Rp2.010
Ringkasnya, stoploss: below Rp1.445
Ringkasnya, pT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Buy on Weakness
ARCI terkoreksi 6,74 persen ke harga Rp1.315 dan disertai dengan munculnya tekanan lepas, koreksinya pun menembus MA200. Kini, posisi ARCI diperkirakan sedang berada di akhir wave (5) dari wave [A].
Ringkasnya, buy on Weakness: Rp1.160-Rp1.215
Ringkasnya, target Price:Rp1.385, Rp1.525
Ringkasnya, stoploss: below Rp1.125
Ringkasnya, pT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) - Buy on Weakness
BNBR terkoreksi 8,00 persen ke Rp161 dan disertai dengan munculnya tekanan lepas, sementara itu koreksinya masih tertahan oleh MA60. Posisi BNBR diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 dari wave (C).
Ringkasnya, buy on Weakness: Rp130-Rp149
Ringkasnya, target Price: Rp172, Rp185
Ringkasnya, stoploss: below Rp125
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

