Ringkasnya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (25/5/2026) pagi menunjukkan dua wajah pasar yang kontras.
Di satu sisi, indeks sempat terangkat sekitar 1,17 persen ke level 6.234, ditopang reli saham-saham bank besar, sebelum menutup sesi I dengan kenaikan 0,93 persen ke 6.219,35.
Sementara itu di sisi lain, sejumlah saham konglomerasi dan grup non-bank justru masih tertekan dan menjadi laggard utama indeks.
Ringkasnya, dari data perdagangan hingga pukul 11.22 WIB, penguatan IHSG terutama digerakkan oleh saham perbankan jumbo.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 25,8 poin terhadap indeks setelah naik 4,66 persen. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang meroket 5,25 persen dan menyumbang 25,2 poin.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

