Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam pada Senin (18/5/2026) pagi seiring sentimen terkait aksi lepas investor asing setelah sejumlah saham berkapitalisasi besar Indonesia terdepak dari indeks global MSCI dan FTSE Russell.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.40 WIB, IHSG terkoreksi signifikan 3,60 persen ke bawah level psikologis 6.500, menjadi 6.481,40. Nilai transaksi menyentuh Rp5,50 triliun dan volume perdagangan 9,3 miliar saham.
Tekanan lepas sangat terasa pagi ini, dengan 619 saham di zona merah dan hanya 90 saham di zona hijau, sementara 250 sisanya stagnan.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, tekanan terhadap IHSG pagi ini dipicu derasnya arus keluar dana asing sesudah perubahan konstituen indeks global.
“Pada bulan ini, berlangsung outflow terbesar dari indeks MSCI maupun FTSE. Dari enam emiten berkapitalisasi besar yang keluar, yaitu DSSA dan BREN yang berada dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC), kemudian AMMN, AMRT, KEUNTUNGAN, dan TPIA,” ujar Michael, Senin (18/5/2026).
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

