Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berisiko terkoreksi pada awal perdagangan pekan depan, Senin (18/5/2026). Adapun pada Rabu, (13/5/2026), IHSG melanjutkan koreksinya sebesar 1,98 persen ke 6.723 dan masih didominasi oleh tekanan lepas.
Ringkasnya, dalam timeframe weekly, IHSG terkoreksi 3,53 persen dengan volume yang cenderung menurun.
“Posisi pergerakan IHSG diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2). Worst case, IHSG akan berisiko terkoreksi ke rentang 6,644-6.711, waspadai area gap yang berada di 6,538-6,585. Adapun area penguatan terdekat IHSG berada di 6,758-6.777,” tulis riset MNC Sekuritas.
IHSG diestimasi berada pada support 6.682,6.585 dan reaistance 6.917,7.069.
Ringkasnya, berikut, saham-saham yang menarik dicermati:
Ringkasnya, pT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Buy on Weakness
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terangkat 2,11 persen ke harga Rp484 dan disertai dengan adanya kenaikan volume pembelian, sementara itu penguatan DEWA masih tertahan oleh MA60. Selama DEWA masih bergerak di atas 458 sebagai stoplossnya, posisi DEWA kini diperkirakan berada di awal wave C dari wave (B).
Ringkasnya, buy on Weakness: Rp476-Rp482
Ringkasnya, target Price: Rp540, Rp595
Ringkasnya, stoploss: below Rp458
Ringkasnya, pT Indika Energy Tbk (INDY) - Buy on Weakness
PT Indika Energy Tbk (INDY) terkoreksi 4,95 persen ke harga Rp3.070 dan disertai dengan munculnya tekanan lepas. Posisi INDY diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C pada label hitam.
Ringkasnya, buy on Weakness: Rp2.710-Rp2.920
Ringkasnya, target Price: Rp3.160, Rp3.440
Ringkasnya, stoploss: below Rp2.640
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

