Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun lebih dari empat persen ke level 6.400 pada perdagangan Senin (18/5/2026). Bahkan, indeks sempat mengenai 6.398 sesaat pada sesi intraday.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menilai, tekanan yang berlangsung pada IHSG usai libur panjang karena kondisi ketidakpastian masih menghantui pasar modal. Sementara itu, dia meminta investor untuk tetap rasional dengan mencermati kondisi fundamental pada masing-masing emiten.
"Tentu tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor masih memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing," katanya di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menurut Jeffrey, saat IHSG libur dua hari pada pekan lalu, bursa global termasuk Asia juga mengalami pelemahan akibat ketidakpastian. Pasar dalam negeri menjalankan penyesuaian harga (price-in) terhadap berbagai kondisi dan sentimen yang ada.
"IHSG hari ini kalau kita cermati memang, ketidakpastian pastikan di pasar kita masih cukup tinggi. Tetapi kalau kita lihat, pasar kita hari Kamis dan Jumat itu libur. Di masa libur itu, pasar global khususnya pasar Asia mengalami pelemahan," katanya.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

