Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak hanya pulih dari volatilitas yang berlangsung belakangan ini, tetapi juga mampu melampaui level tertingginya dalam tiga tahun ke depan.
Ringkasnya, hal tersebut disampaikan Anindya saat merespons dinamika pasar saham domestik yang sempat bergejolak di tengah berbagai sentimen global dan domestik, termasuk perhatian dari lembaga penyedia indeks internasional terhadap pasar modal Indonesia.
"Saya bisa menuturkan berikut, dalam jangka waktu tiga tahun berjalan indeks bukan hanya kembali normal, akan lebih daripada sebelum itu. Kenapa? Karena fundamentalnya besar," kata Anindya saat ditemui di Gedung BEI, Jumat (10/7/2026).
Menurut Anindya, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat alhasil mampu menopang optimisme terhadap pasar modal dalam jangka panjang. Dia menilai posisi Indonesia relatif unggul dibandingkan banyak negara anggota G20 karena didukung pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang rendah, serta ruang fiskal yang masih memadai.
"Dari satu titik diproyeksikan terlihat bahwa secara komparatif Indonesia itu di G20 salah satu yang terbaik dari sisi pertumbuhan dan juga inflasi yang rendah. Fiskal space juga masih ada karena dari sisi utang terhadap PDB masih dalam kapasitas yang rendah," ujarnya.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

