Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Rabu (02/6/2026) ambruk di bawah level 6.000. IHSG sesi I tertahan di level 5.889,483, terjungkal 305,943 poin atau jatuh bebas 4,94%.
Seluruh indeks sektor merosot antara 3,09% sampai dengan 10,25%. IDXBASIC mengalami pelemahan terbesar yaitu 10,25%. Disusul IDXENERGY terpangkas 7,16%, IDXINFRA mengalami pelemahan 6,73%, IDXTRANS mengalami pelemahan 5,88%, dan IDXINDUST mengalami pelemahan 5,63%.
Anjloknya IHSG siang ini dipicu oleh harga saham 714 emiten yang berakhir terkoreksi, sementara hanya sebanyak 36 saham ditutup naik dan 64 saham tidak mengalami perubahan harga pada sesi pertama, Rabu (03/6/2026).
Harga sejumlah saham yang terkoreksi di sesi pertama hari ini, di antaranya, TLKM turun 1,36% jadi Rp2.910 per saham. ASII turun 2,65% jadi Rp4.770, UNVR turun 3,90% jadi Rp1.600, BBCA tergerus 3% jadi Rp5.650, BMRI turun 2,64% jadi Rp4.060, dan BBRI turun 3,62% ke harga Rp2.930 per saham.
Selain itu, saham BREN turun 5,83% jadi Rp3.880 per saham. DSSA turun 2,44% jadi Rp600, AMRT turun 2,54% jadi Rp1.345, KEUNTUNGAN turun 12,10% jadi Rp690, TPIA turun 13,42% jadi Rp1.645, AMMN turun 14,91% jadi Rp3.310, PTRO turun 15% jadi Rp4.080, DEWA turun 13,17% jadi Rp290, dan BUMI turun 9,94% ke harga Rp145 per saham.
Sementara harga saham MMIX naik 20,95% jadi Rp635 per saham. MSIN naik 18,92% jadi Rp440, PMUI naik 14,71% jadi Rp78, LABS naik 13,87% jadi Rp156, ICON naik 10,58% jadi Rp115, dan VISI naik 10,50% ke harga Rp1.000 per saham.
Sementara itu, total volume perdagangan saham di BEI pada sesi I, Rabu (03/6/2026) menyentuh 26,375 miliar lembar saham bernilai Rp14,891 triliun dengan frekuansi transaksi sebanyak 1.798.806 kali.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

