Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun signifikan pada Rabu (3/6/2026) usai sempat terangkat 1,11 persen sehari sebelum itu.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.43 WIB, IHSG terkoreksi 1,29 persen ke level 6.115,32. Nilai transaksi tercatat menyentuh Rp5,35 triliun dan volume perdagangan 8,18 miliar saham.
Mayoritas saham di zona merah. Sebanyak 539 saham turun dan hanya 125 saham naik, sementara 295 sisanya stagnan.
Ringkasnya, bRI Danareksa Sekuritas menilai, pada Rabu (3/6), pelemahan indeks dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) pada sejumlah saham konglomerasi dan kapitalisasi besar, di tengah munculnya sejumlah sentimen makro yang kurang mendukung.
Ringkasnya, dari sisi ekonomi, surplus neraca perdagangan Indonesia pada April tercatat menyusut cukup tajam. Kondisi ini dinilai mencerminkan melemahnya kontribusi sektor eksternal terhadap pertumbuhan ekonomi.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

