Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 3 persen pada perdagangan Rabu (3/6/2026), sementara rupiah kembali mengenai level terlemah sepanjang sejarah (all-time low) terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.43 WIB, IHSG tergelincir 3,47 persen ke level 5.980,38, secara bersamaan kembali berada di bawah level psikologis 6.000, berada di level terendah sejak April 2025.
Nilai transaksi menyentuh Rp9,76 triliun dengan volume perdagangan 14,53 miliar saham.
Tekanan lepas berlangsung secara luas di pasar. Sebanyak 653 saham terkoreksi, sementara hanya 80 saham terangkat dan 226 saham bergerak stagnan.
Pelemahan indeks dipimpin oleh pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama emiten-emiten yang tergabung dalam Grup Barito dan Grup Salim, serta saham-saham perbankan besar yang menjadi penopang utama pergerakan IHSG.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

