Jakarta, InvestSaham — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi II hari Selasa, 31 Maret 2026, dalam zona merah. Indeks turun 43,45 poin atau 0,61% ke level 7.048.
Ringkasan Perdagangan
Sentimen pasar pada penutupan didominasi aksi ambil untung dan rotasi sektor. Meskipun indeks melemah, nilai transaksi tetap besar yakni sekitar Rp14,7 triliun, menandakan minat pelaku pasar masih tinggi.
Sponsored
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Pergerakan IHSG | -43,45 poin (-0,61%) |
| Level Penutupan | 7.048 |
| Nilai Transaksi | Rp14,7 triliun |
Market Breadth: Saham Turun Jauh Lebih Banyak
Struktur pasar menunjukkan tekanan yang cukup luas. Dari total saham yang diperdagangkan:
- 360 saham naik
- 659 saham turun
- 273 saham stagnan
Data ini mengonfirmasi bahwa pelemahan hari ini bukan hanya disebabkan saham-saham berkapitalisasi besar, tetapi juga terjadi secara merata di banyak lini.
Top Gainers: LIFE, RLCO, GGRM
Beberapa saham tetap mencatatkan kenaikan agresif:
- LIFE naik Rp475 ke Rp7.200 per saham
- RLCO naik Rp475 ke Rp6.325 per saham
- GGRM naik Rp425 ke Rp14.100 per saham
Top Losers: MLPT, DSSA, DATA
Di sisi lain, tekanan jual terbesar terjadi pada:
Sponsored
- MLPT turun Rp900 ke Rp15.025 per saham
- DSSA turun Rp875 ke Rp66.000 per saham
- DATA turun Rp520 ke Rp3.010 per saham
Saham Teraktif Diperdagangkan
Aktivitas transaksi paling ramai masih terpusat pada saham-saham high-liquidity:
- BUMI — 65.440 kali transaksi, nilai sekitar Rp694 miliar
- BBRI — 52.718 kali transaksi, nilai sekitar Rp999 miliar
- BRMS — 44.047 kali transaksi, nilai sekitar Rp483 miliar
Insight Singkat
Pelemahan indeks di tengah aktivitas transaksi yang tetap padat sering kali mencerminkan fase distribusi jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management menjadi kunci. Untuk investor, market breadth yang negatif bisa dipakai sebagai sinyal untuk lebih selektif dan fokus ke saham dengan likuiditas kuat serta fundamental yang tetap solid.
Catatan: Artikel ini merupakan rangkuman data penutupan pasar dan bukan ajakan beli/jual saham tertentu.


