Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (26/3), sehari setelah sempat rebound pasca libur panjang. IHSG ditutup anjlok 138,03 poin atau 1,89% ke level 7.164,09.
Tekanan jual asing menjadi sorotan utama. Secara keseluruhan, investor asing membukukan net sell senilai Rp 20,71 triliun. Porsi terbesar berasal dari pasar tunai dan negosiasi sebesar Rp 18,78 triliun, sementara di pasar reguler tercatat Rp 1,93 triliun.
Sponsored
Transaksi Jumbo FAPA di Pasar Negosiasi
Saham PT FAP Agri Tbk (FAPA) mendominasi net sell asing dengan nilai mencapai Rp 18,8 triliun. Tercatat dua transaksi besar di pasar negosiasi: pertama senilai Rp 55 miliar di harga Rp 6.550, kemudian transaksi kedua senilai Rp 18,7 triliun di harga Rp 6.500 dengan volume 2,88 miliar saham.
Volume sebesar itu hanya dimiliki oleh pengendali FAPA, yakni Prinsep Management Limited yang menggenggam 72,41% saham perusahaan.
Selain FAPA, saham BBCA dan BBRI juga mengalami tekanan jual asing masing-masing Rp 555,5 miliar dan Rp 201,4 miliar. Di sisi lain, AADI, INCO, dan MEDC menjadi incaran beli asing.
Pergerakan Saham Unggulan
Di antara saham-saham LQ45, JPFA memimpin penguatan dengan lonjakan 8,26%, diikuti MEDC (+4,57%) dan INKP (+2,58%). Sementara itu, BRPT (-6,41%), MBMA (-5,48%), dan BUMI (-5,31%) menjadi penghuni zona merah terdalam.
Sponsored
Seluruh Sektor Tertekan, Kecuali Transportasi
Sepuluh dari sebelas sektor terkoreksi. Energi memimpin pelemahan (-2,91%), diikuti perindustrian (-2,79%) dan barang konsumsi nonprimer (-2,30%). Hanya sektor transportasi dan logistik yang mampu menguat 2,96%.
Total transaksi bursa mencapai 31,14 miliar saham dengan nilai Rp 32,35 triliun. Sebanyak 380 saham melemah, 292 menguat, dan 148 stagnan. Sepanjang 2026, IHSG telah tergerus 17,15% dari posisi awal tahun.


