PT Sentul City Tbk (BKSL) membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp2,75 triliun hingga periode 31 Desember 2025 โ melonjak tajam dari Rp744,06 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan ini mencapai 269% secara year-on-year.
Laba Bersih Meroket 4.686%
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis Selasa (31/3/2026), berikut highlight kinerja keuangan BKSL:
Sponsored
| Metrik | FY 2025 | FY 2024 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp2,75 T | Rp744,06 M | +269% |
| Laba Bruto | Rp1,57 T | Rp370,65 M | +323% |
| Laba Usaha | Rp1,04 T | Rp23,79 M | +4.270% |
| Laba Sebelum Pajak | Rp842,65 M | Rp18,22 M | +4.524% |
| Laba Bersih (Induk) | Rp830,29 M | Rp17,35 M | +4.686% |
Neraca Makin Solid
Di sisi neraca, BKSL menunjukkan perbaikan yang signifikan:
- Total Aset naik tipis menjadi Rp21,26 triliun (dari Rp21,18 triliun di 2024)
- Total Liabilitas turun menjadi Rp5,26 triliun (dari Rp6,03 triliun) โ berkurang Rp770 miliar
- Rasio liabilitas terhadap aset membaik dari 28,5% menjadi 24,7%
Penurunan liabilitas di tengah peningkatan aset menandakan bahwa perusahaan berhasil mengurangi beban utang sekaligus mengoptimalkan portofolio asetnya.
Apa yang Mendorong Lonjakan Pendapatan?
Lonjakan pendapatan BKSL kemungkinan besar didorong oleh realisasi penjualan proyek-proyek properti berskala besar di kawasan Sentul City dan sekitarnya, serta percepatan pengakuan pendapatan dari proyek yang telah diserahterimakan sepanjang 2025.
Sentul City merupakan pengembang kawasan terpadu seluas lebih dari 3.000 hektar di Bogor, Jawa Barat, yang mencakup residensial, komersial, dan fasilitas rekreasi.
Sponsored
Kesimpulan
Kinerja BKSL di FY2025 bisa dibilang turnaround yang luar biasa โ dari laba bersih hanya Rp17 miliar menjadi Rp830 miliar. Investor perlu memperhatikan apakah momentum ini bisa dipertahankan di 2026, terutama dengan memantau pipeline proyek dan tren pasar properti domestik.


