Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup merosot tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026). IHSG parkir di level 6.599,240, terpangkas 124,079 poin atau terkoreksi 1,85% dibandingkan penutupan sebelum itu.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menanggapi penurunan signifikan tersebut. Menurut dia, ketidakpastian di pasar modal kini masih tergolong cukup tinggi.
Jeffrey menjelaskan, pelemahan IHSG adalah akumulasi dari kondisi pasar global. Selama libur bursa pada Kamis dan Jumat pekan lalu, pasar saham Asia telah mengalami pelemahan lebih dahulu.
“Pelemahan yang kita alami hari ini masih sejalan dengan pasar global,” ujar Jeffrey di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ia mengimbau investor tetap tenang dalam menyikapi dinamika pasar. Investor diminta tetap fokus pada fundamental perusahaan dan menjalankan analisis secara cermat sebelum mengambil keputusan investasi.
Ringkasnya, jeffrey juga menekankan pentingnya mengatur strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting di tengah pergerakan pasar yang masih sangat fluktuatif.
“Investor tentu masih memperhatikan fundamental, tidak panik, serta mengatur strategi berinvestasi,” ucapnya.
Ringkasnya, data perdagangan menunjukkan IHSG dibuka pada level 6.628,976. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.398,786 hingga level tertinggi 6.631,282.
Total volume saham yang diperdagangkan menyentuh 31,999 miliar unit saham. Nilai transaksi atau turnover tercatat sebesar Rp20,710 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.570.383 kali.
Pergerakan saham didominasi tren negatif. Sebanyak 616 saham turun, sementara 125 saham terangkat dan 79 saham lainnya stagnan.
Adapun nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI pada penutupan perdagangan sore ini tercatat senilai Rp11.562,863 triliun.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

