Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan lebih dari 4 persen ke level 6.400 pada perdagangan Senin (18/5/2026). Meski begitu, indeks mulai memangkas pelemahan pada sesi II dan rebound ke 6.500.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyarankan investor saham untuk tidak panik dengan kejatuhan IHSG. Dia yakin kondisi ini hanya sentimen jangka pendek dan diproyeksikan kembali bangkit dalam beberapa hari ke depan.
"Jadi teman-teman enggak usah khawatir, investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut, akumulasi bawah sekarang. Kalau saya lihat, teknikalnya sehari dua hari udah balik. Jadi jangan lupa akumulasi saham," katanya di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menurut Purbaya, pelemahan tajam pada IHSG tidak mencerminkan kondisi riil ekonomi nasional yang berada dalam fase pemulihan. Dia menekankan, fundamental ekonomi Indonesia sangat kokoh, alhasil penurunan saham seharusnya menjadi momentum bagi investor untuk menjalankan akumulasi akumulasi.
“Enggak apa-apa nanti kita perbaiki, kan fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen jangka pendek. Jadi saya diproyeksikan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terganggu," katanya.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

