Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan (20-24 April 2026) terkoreksi signifikan. Indeks utama di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun sebesar 6,61 persen ke level 7.129 dibandingkan posisi 7.643 pada pekan sebelum itu.
Secara absolut, indeks kehilangan 504,5 poin, mencerminkan tekanan lepas yang cukup kuat di pasar saham domestik. Dalam rentang perdagangan sepekan, IHSG sempat mengenai level tertinggi di 7.692,145 dan terendah di 7.115,971, menunjukkan volatilitas yang cukup lebar di tengah sentimen pasar yang cenderung negatif.
Penurunan ini mencerminkan tekanan berat di pasar saham domestik, seiring meningkatnya aksi lepas, terutama oleh investor asing. Dari sisi aliran dana, investor asing masih membukukan aksi lepas bersih (net sell).
Sepanjang pekan, nilai net sell asing menyentuh sekitar Rp2,95 triliun, mencerminkan masih adanya tekanan keluar dana dari pasar domestik. Secara transaksi, investor asing membukukan nilai lepas sebesar Rp31,8 triliun, lebih tinggi dibandingkan pembelian Rp28,85 triliun.
Pelemahan IHSG juga sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar yang tercatat menyusut 6,59 persen menjadi Rp12.736 triliun, dari Rp13.635 triliun pada pekan sebelum itu. Pelemahan ini menunjukkan berkurangnya nilai keseluruhan emiten di pasar, seiring tekanan harga saham di berbagai sektor.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

