Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan pelemahan tajam sepanjang pekan lalu, seiring meningkatnya tekanan eksternal dan aksi lepas investor asing.
IHSG mengalami pelemahan 6,6 persen dalam sepekan sesudah ditutup merosot 3,38 persen ke level 7.129 pada perdagangan Jumat (24/4/2026).
Tekanan di pasar saham domestik tak melepas dari derasnya arus keluar dana asing. Tercatat, net foreign outflow menyentuh Rp979 miliar pada Kamis (23/4/2026) dan meningkat signifikan menjadi Rp2 triliun pada Jumat (24/4/2026).
Aksi lepas ini terutama terfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan dan energi.
Berdasarkan riset Stockbit dikutip Minggu (26/4/2026) beberapa saham yang menjadi sasaran utama aksi lepas asing antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

