Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan pada Jumat (24/4/2026) dengan penurunan 3,38 persen ke level 7.129,49, sekaligus menandai koreksi yang telah berlangsung selama lima hari berturut-turut.
Pelemahan indeks terutama dipicu oleh aksi jual pada saham-saham konglomerat serta perbankan berkapitalisasi besar.
Sepanjang sesi perdagangan, nilai transaksi tercatat menyentuh Rp24,30 triliun dengan volume sebanyak 44,80 miliar saham.
Pergerakan pasar didominasi pelemahan, tercermin dari 701 saham terkoreksi, sementara hanya 92 saham terangkat dan 166 saham lainnya bergerak stagnan.
Menurut catatan BRI Danareksa Sekuritas, Jumat (24/4), pelemahan IHSG dipicu kombinasi pelemahan rupiah yang di kisaran level terendah sepanjang masa, ketidakpastian global yang berlanjut, serta reli harga komoditas dan energi yang berpotensi memperlebar defisit APBN.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.
