Pasar keuangan Indonesia berguncang pada awal pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tajam lebih dari 4 persen.
Sementara itu, nilai tukar rupiah mengenai rekor terendah baru hingga Rp17.668 per USD di tengah derasnya arus keluar dana asing dan meningkatnya ketegangan global akibat konflik Iran-AS.
Ringkasnya, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 10.55 WIB, Senin (18/5/2026), IHSG terkoreksi 4,32 persen ke level 6.432,96.
Bahkan pada sekitar pukul 10.00 WIB, indeks sempat jatuh lebih dalam hingga 4,38 persen ke posisi 6.428,93, berubah menjadi level terendah dalam lebih dari satu tahun terakhir.
Nilai transaksi tercatat menyentuh Rp9,54 triliun dengan volume perdagangan 16,18 miliar saham. Sebanyak 720 saham terkoreksi, 68 saham terangkat, dan 171 saham bergerak stagnan.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

