Pemerintah melalui Danantara telah meluncurkan Motor Listrik Nasional (MOLINAS) sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan industri kendaraan listrik nasional. Setidaknya terdapat sekitar 20.000 unit motor listrik buatan dalam negeri yang berubah menjadi bagian dari upaya pengurangan BBM.
Pengembangan MOLINAS juga berubah menjadi langkah strategis dalam mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyambut baik upaya pemerintah melalui kontribusi aktif dalam mendorong penguatan industri otomotif nasional, salah satunya dengan menyediakan pembiayaan kendaraan yang sesuai prinsip syariah, termasuk kendaraan ramah lingkungan.
Komitmen tersebut tercermin dari pertumbuhan BSI OTO yang terus menunjukkan kinerja positif. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan BSI OTO menyentuh sekitar Rp6,7 triliun, meningkat 12,40% secara tahunan, dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan berbasis syariah masih kuat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. "Pertumbuhan pembiayaan BSI OTO menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan tetap kuat, sementara itu semakin disertai pertimbangan yang matang dalam memilih skema pembiayaan," ujar Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026). Ia menyatakan BSI berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan kendaraan yang sesuai prinsip syariah, menyalurkan kepastian dalam pengelolaan keuangan, secara bersamaan mendukung perkembangan industri otomotif nasional dan transisi menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh penguatan transformasi digital BSI.
Melalui BYOND by BSI, layanan digital semakin lengkap dan dapat mengakomodasi kebutuhan nasabah, termasuk akses pengajuan pembiayaan kendaraan. Digitalisasi ini menyalurkan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan pembiayaan secara lebih praktis, secara bersamaan memperkuat pengalaman nasabah dalam mengakses berbagai solusi finansial BSI.
Selain kebutuhan mobilitas, pertumbuhan pembiayaan kendaraan turut ditopang oleh sejumlah faktor, antara lain kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan adopsi Electric Vehicle (EV), meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, serta semakin beragamnya pilihan kendaraan di pasar. Dari sisi BSI, pertumbuhan tersebut juga didukung berbagai program pembiayaan yang kompetitif dan sesuai kebutuhan nasabah, termasuk skema angsuran tetap hingga lunas yang menyalurkan kepastian cicilan selama masa pembiayaan alhasil nasabah dapat mengatur arus kas bulanan secara lebih nyaman dan terencana.
BSI juga terus memperluas kolaborasi dengan dealer dan mitra strategis untuk menyalurkan kemudahan akses pembiayaan kendaraan bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, termasuk kegiatan literasi dan gathering di sejumlah kota besar.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya BSI memperluas pemahaman masyarakat mengenai pembiayaan kendaraan berbasis syariah secara bersamaan memperkuat ekosistem pembiayaan otomotif nasional. "Dengan fundamental bisnis yang kuat, pertumbuhan pembiayaan yang positif, serta dukungan ekosistem pembiayaan yang semakin luas, BSI optimistis pembiayaan kendaraan akan terus menjadi salah satu motor pertumbuhan pembiayaan konsumer perseroan sepanjang 2026," ujar Erwan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

