Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Senin (18/5/2026) ditutup terjungkal di level 6.400. IHSG sesi I rehat di level 6.470,348, melorot kembali 252,971 poin atau terjungkal 2,76%.
Penurunan IHSG siang ini dipicu oleh harga saham 682 emiten yang berakhir terkoreksi, sementara hanya sebanyak 84 saham ditutup terangkat dan 52 saham tidak mengalami perubahan harga pada sesi pertama, Senin (18/5/2026).
Sebanyak 11 (sebelas) indeks sektor ditutup terkoreksi antara 2,60% sampai dengan 8,14% pada sesi I, Senin (18/5/2026). IDXBASIC mengalami penurunan terbesar yaitu 8,14%. Disusul IDXTRANS turun 6,11%, IDXINDUST turun 4,79% dan IDXINFRA turun 4,16%.
Harga sejumlah saham yang terkoreksi di sesi pertama hari ini, di antaranya, BBCA turun 2,46% jadi Rp5.950 per saham. UNVR turun 2,52% jadi Rp1.740, BMRI turun 2,14% jadi Rp4.110, dan BBRI tergerus 2,88% ke harga Rp3.030 per saham.
Selain itu, saham BREN turun 1,88% jadi Rp3.140 per saham. CDIA turun 7,92% jadi Rp930, KEUNTUNGAN tertekan 8,82% jadi Rp775, AMMN turun 14,86% jadi Rp3.150, TPIA rontok 14,88% jadi Rp3.660, dan DSSA turun 14,98% ke harga Rp880 per saham.
Sementara harga saham ASII naik 1,30% jadi Rp5.825 per saham. TLKM terangkat 0,34% jadi Rp2.970, dan PACK naik 9,62% ke harga Rp342 per saham.
Sementara itu, total volume perdagangan saham di BEI pada sesi I, Senin (18/5/2026) menyentuh 21.558 miliar lembar saham bernilai Rp11,960 triliun dengan frekuansi transaksi sebanyak 1.728.389 kali.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

