Pangkas Rugi Bersih 53,74%, FAST Raih Laba Komprehensif Rp173,69 Miliar pada 2025
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), emiten pengelola gerai KFC dan Taco Bell di Indonesia, berhasil memangkas rugi bersih tahun berjalan sebesar 53,74% pada 2025. Perseroan membukukan rugi sebesar Rp369,24 miliar (Rp85 per saham), jauh lebih rendah dibandingkan rugi Rp798,25 miliar (Rp200 per saham) pada tahun 2024.
Menurut laporan keuangan per Desember 2025 yang dipublikasikan baru-baru ini, pendapatan FAST tumbuh tipis 0,12% menjadi Rp4,88 triliun. Pada periode serupa tahun sebelum itu, Perseroan meraup pendapatan Rp4,87 triliun.
Kontributor utama pendapatan berasal dari penjualan makanan dan minuman kepada pihak ketiga yang menyentuh Rp4,87 triliun. Selain itu, pendapatan komisi atas penjualan konsinyasi menyumbang Rp16,91 miliar dan jasa layanan antar sebesar Rp2,25 miliar.
Penurunan rugi bersih ini didorong oleh keberhasilan manajemen menjalankan efisiensi pada sisi biaya. Beban pokok penjualan turun 1,96% menjadi Rp1,99 triliun dari sebelum itu Rp2,03 triliun. Hasilnya, laba bruto Perseroan meningkat ke Rp2,89 triliun pada 2025 dibanding Rp2,84 triliun pada 2024.
FAST juga menekan beban penjualan dan distribusi menjadi Rp2,61 triliun dari sebelum itu Rp2,72 triliun. Beban umum dan administrasi ikut menyusut menjadi Rp665,34 miliar dari Rp690,45 miliar. Meski demikian, beban keuangan mengalami kenaikan menjadi Rp90,07 miliar dari Rp81,45 miliar.
Kinerja positif ini semakin terlihat pada perolehan laba komprehensif tahun berjalan yang menyentuh Rp173,69 miliar. Angka ini membalikkan keadaan dari posisi rugi komprehensif Rp664,90 miliar pada tahun 2024. Reli ini terutama ditopang oleh surplus revaluasi tanah sebesar Rp535,68 miliar.
Dalam laporan tersebut, manajemen menjelaskan tantangan yang dihadapi sepanjang tahun. “Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh tantangan makroekonomi yang lebih luas, termasuk dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta pelemahan sementara daya beli konsumen,” tulis manajemen FAST dalam laporan keuangan tersebut.
Dari sisi neraca, total aset FAST meroket 40,23% menjadi Rp4,95 triliun per 31 Desember 2025, dibandingkan Rp3,53 triliun pada akhir 2024. Peningkatan ini dipicu oleh kenaikan aset tetap neto yang menyentuh Rp1,83 triliun.
Jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp4,51 triliun, naik dari posisi Rp3,40 triliun pada 2024. Sementara itu, total ekuitas meroket menjadi Rp435,86 miliar dari Rp127,73 miliar pada tahun sebelum itu.
Meski kinerja membaik, auditor independen dari KAP Purwanto, Susanti dan Surja menyalurkan catatan terkait ketidakpastian material kelangsungan usaha. Hal ini dikarenakan akumulasi kerugian FAST menyentuh Rp507,63 miliar dengan jumlah liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar sebesar Rp1,33 triliun.
Sebagai respons, manajemen yang diwakili Ricardo Gelael selaku Direktur Utama dan Dio May Avico sebagai Direktur menyiapkan sejumlah inisiatif strategis. Langkah tersebut meliputi penguatan menu inti, penerapan strategi harga dan bundling yang disiplin, serta efisiensi rantai pasok untuk memperkuat posisi keuangan Grup.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
