PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) mencetak kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun 2026. Emiten penyedia infrastruktur telekomunikasi ini meraup laba bersih sebesar Rp128,82 miliar per 31 Maret 2026. Angka ini tumbuh 23,16% dibandingkan Rp104,60 miliar pada periode serupa tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan Selasa (21/4/2026), laba per saham dasar MORA juga meningkat ke Rp5,45. Pada kuartal pertama tahun sebelum itu, laba per saham tercatat sebesar Rp4,42.
Kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha yang menyentuh Rp962,61 miliar. Perolehan tersebut meningkat 7,50% dari Rp895,45 miliar pada kuartal I 2025.
Kontributor utama pendapatan MORA berasal dari penyelenggaraan telekomunikasi. Layanan internet menyumbang pendapatan terbesar yakni Rp387,97 miliar. Diikuti oleh jaringan domestik sebesar Rp203,54 miliar dan proyek konsesi sebesar Rp194,31 miliar.
Seiring kenaikan pendapatan, beban langsung Perseroan juga merangkak meningkat ke Rp370,12 miliar dari sebelum itu Rp327,58 miliar. Meski demikian, MORA berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp592,49 miliar. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan laba kotor kuartal I 2025 sebesar Rp567,88 miliar.
Manajemen MORA juga menunjukkan efisiensi pada pos beban bunga dan keuangan. Pos ini turun signifikan menjadi Rp108,05 miliar dari Rp132,86 miliar pada tahun sebelumnya. Hal ini mendorong laba tahun berjalan naik ke Rp142,60 miliar.
Kekuatan neraca MORA terlihat dari total aset yang menyentuh Rp14,92 triliun per Maret 2026. Jumlah ini tumbuh tipis dari posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp14,76 triliun. Aset lancar tercatat sebesar Rp3,85 triliun, sementara aset tidak lancar menyentuh Rp11,07 triliun.
Di sisi lain, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp6,86 triliun. Angka ini terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp2,47 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp4,39 triliun. Adapun total ekuitas MORA terangkat menjadi Rp8,06 triliun dari sebelum itu Rp7,91 triliun.
Selain kinerja keuangan, MORA tengah mempersiapkan rencana penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik (EMR). Perusahaan gabungan nantinya akan menggunakan nama PT Ekamas Mora Republik Tbk. Penggabungan ini diperkirakan akan efektif pada 22 April 2026.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
