Ringkasnya, penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memutuskan menunda pelaksanaan Penambahan Modal dengan Menyalurkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau penerbitan hmetd.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kontan.co.id, Jumat (12/6/2026), manajemen PYFA menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi pasar modal dan situasi makroekonomi yang dinilai belum kondusif.
Ringkasnya, baca Juga: BEI Ingatkan Perusahaan Fokus Benahi Tata Kelola Sebelum IPO
"Perseroan menunda pelaksanaan rencana PMHMETD II sesudah mempertimbangkan kondisi pasar modal dan makroekonomi terkini yang belum mendukung," tulis manajemen PYFA.
Perseroan diproyeksikan terus memantau perkembangan pasar dan membuka kemungkinan untuk melaksanakan kembali aksi korporasi tersebut pada waktu yang lebih tepat.
"Perseroan diproyeksikan mempertimbangkan kembali pelaksanaan PMHMETD II pada waktu yang dinilai lebih tepat sesudah kondisi pasar berubah menjadi lebih stabil dan kondusif," lanjut manajemen.
Meski menunda penerbitan hmetd, PYFA memastikan keputusan tersebut tidak menyalurkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Baca Juga: Rupiah Spot Terangkat 0,34% ke Rp17.928 per Dolar AS pada Jumat (12/6) Pagi
Sebagai informasi, PYFA sebelum itu berencana meluncurkan sebanyak 5,7 miliar saham baru atau setara 33,65% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Ringkasnya, rencana tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 22 April 2026.
Selain saham baru, PYFA juga berencana meluncurkan maksimal 3,75 miliar Waran Seri II atau setara 33,41% dari jumlah saham yang beredar.
Dana hasil penerbitan hmetd semula akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha, termasuk akuisisi, memperkuat struktur permodalan, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta belanja modal (capital expenditure/capex).
Kendati demikian, PYFA menekankan tetap memiliki sejumlah alternatif pendanaan lain. Perseroan dapat memanfaatkan kas internal maupun mengakses pembiayaan dari perbankan dan lembaga keuangan apabila kebutuhan dana belum dapat dipenuhi melalui aksi korporasi tersebut.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

