Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi menyatakan pihaknya melanjutkan pertumbuhan bisnis yang solid pada kuartal II-2026. "Bank Mandiri melanjutkan pertumbuhan bisnis yang solid pada kuartal II-2026 dengan penyaluran kredit yang meningkat kuat dan berkualitas, serta terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan sektor riil," ujarnya dalam agenda Mandiri Macro & Market Brief Q2-2026 Indonesia Economic Outlook bertajuk "Indonesia Economic Outlook: Building Domestic Resilience in the Midst of Global Vulnerability" yang diadakan secara virtual, di Jakarta, Kamis. Tercatat, penyaluran kredit bank sebesar Rp1.592 triliun per Juni 2026 atau meningkat sebesar 19,9 persen secara year on year (yoy), melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri sebesar 12,7 persen yoy.
Pertumbuhan intermediasi tersebut ditopang oleh struktur pendanaan yang dinilai semakin sehat. Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), tercatat sebesar Rp1.710 triliun atau meningkat sebesar 17,1 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK industri yang sebesar 10,2 persen yoy.
Kinerja intermediasi yang meningkat sehat tersebut dinyatakan memperkuat fundamental keuangan Bank Mandiri, alhasil mendorong profitabilitas tetap terjaga di tengah ekspansi bisnis yang berkelanjutan. Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa dukungan Bank Mandiri terhadap perekonomian nasional turut tercermin dalam kinerja perseroan sepanjang semester 1-2026, dengan membukukan pertumbuhan pendapatan 10,3 persen yoy dengan laba bersih konsolidasi Rp30,4 triliun atau meningkat 24,4 persen yoy. "Jika kita melihat keseluruhan perkembangan tersebut, prospek ekonomi Indonesia tetap konstruktif meskipun lingkungan global masih menuntut kewaspadaan kita semua.
Kita lihat permintaan domestik, investasi, implementasi berbagai program pembangunan serta intermediasi perbankan masih menyalurkan dukungan terhadap aktivitas ekonomi. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global serta volatilitas pasar keuangan tetap menjadi tantangan yang perlu kita monitor bersama," ujar Ari.
Dalam konteks ini, Bank Mandiri berfokus pada upaya menjaga fundamental dan likuiditas yang sehat, memperkuat kualitas aset, serta menangkap peluang pertumbuhan melalui pembiayaan yang prudent dan berorientasi pada sektor-sektor produktif. "Dengan kekuatan wholesale banking, jaringan ekosistem yang luas, kapabilitas digital serta komitmen terhadap sustainable finance, kami akan terus berupaya menyalurkan kontribusi terbaik bagi nasabah, masyarakat dan juga perekonomian Indonesia tentunya. Bank Mandiri fokus dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan," kata dia pula.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

