Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (1/10/2026) hingga ditutup mengalami pelemahan 1,02 persen ke level 6.009,50.
Indeks saham sempat mengenai level psikologis 5.900 di tengah perubahan susunan Kabinet Merah Putih, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga minyak dunia, serta berlanjutnya aksi lepas bersih.
Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana menuturkan, tekanan terhadap IHSG tidak hanya terkait pergantian figur dalam kabinet. Pasar juga tengah mencermati ketidakpastian mengenai arah kebijakan ekonomi dalam jangka pendek.
"Dari sisi reshuffle, pasar biasanya akan menjalankan penilaian bukan hanya berdasarkan siapa yang masuk dan siapa yang keluar, tetapi terutama terhadap arah kebijakan ekonomi setelah perubahan tersebut," kata Hendra kepada IDX Channel, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, investor domestik maupun global masih menunggu kepastian mengenai kesinambungan kebijakan fiskal, investasi, hilirisasi, daya akumulasi masyarakat, hingga pola koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

