Ringkasnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan bergerak fluktuatif dalam rentang konsolidasi. Hal ini seiring langkah pelaku pasar yang masih mencermati arah kepastian kebijakan ekonomi pasca reshuffle kabinet.
Ringkasnya, sentimen politik domestik tersebut berbarengan dengan tekanan eksternal dan pergerakan nilai tukar rupiah yang masih tertahan.
Di sisi lain, sentimen pergantian pejabat tersebut juga masih bersamaan dengan tekanan arus keluar modal asing serta reli harga komoditas energi global.
"IHSG masih akan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan volatil karena pasar membutuhkan waktu untuk mencerna dampak reshuffle kabinet yang cukup besar. Pelemahan indeks tidak bisa semata-mata dibaca sebagai respons negatif terhadap menteri baru, melainkan kombinasi ketidakpastian arah kebijakan, depresiasi rupiah, arus modal asing yang keluar, serta reli harga minyak dunia yang mendekati level USD100 per barel," kata Pengamat Pasar Modal secara bersamaan Founder Republik Investor Hendra Wardana kepada IDX Channel, Jumat (2/10/2026).
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

