Tekanan terhadap pasar saham domestik belum mereda sesudah hasil rebalancing MSCI Mei 2026 dan pengumuman terbaru FTSE Russell memicu kekhawatiran berlanjutnya arus keluar dana asing dari Indonesia.
Dalam sepekan, investor asing tercatat menjalankan lepas bersih Rp2,80 triliun di pasar reguler, seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,53 persen dan kembali mendekati area support penting.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup terkoreksi 1,98 persen ke level 6.723,320 pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Tekanan muncul setelah sejumlah saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index dalam hasil review kuartalan MSCI Mei 2026.
Sentimen negatif meningkat setelah FTSE Russell menyatakan akan menghapus saham Indonesia dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) dari indeksnya dengan harga nol (zero price) efektif pada 22 Juni 2026.
Dalam pengumuman di situs resminya, FTSE Russell mengungkap langkah tersebut menjadi bagian dari tinjauan indeks Juni 2026 yang juga mencakup pembaruan klasifikasi industri (ICB updates), pembaruan jumlah saham kuartalan, serta penurunan free float sejumlah saham Indonesia.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

