PT Jasa Marga Tbk (JSMR) telah merealisasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) Konstruksi Pembangunan Ruas Jalan Tol Baru untuk kuartal I-2026 sebesar 20% dari anggaran tahun berjalan.
Direktur Utama JSMR Rivan A. Purwantono menuturkan, penyerapan capex berjalan secara linier yang sejalan dengan kemajuan fisik pembangunan di lapangan. Fokus penggunaan dana dialokasikan khusus untuk mempercepat penyelesaian lima proyek tol strategis nasional.
Ringkasnya, “Yaitu Tol Jalan Tol Jogja-Solo, Jalan Tol Jogja-Bawen, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Jalan Tol Akses Patimban,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).
Rivan bilang, JSMR juga terus berupaya untuk menyentuh target tahun 2026 dengan konsisten menjalankan sejumlah langkah strategis.
Ringkasnya, baca Juga: Kebijakan Moneter Mendukung, Euro dan NZD Diprediksi Jadi Jawara Pasar Valas
Dari sisi top line, JSMR memastikan target tumbuhnya pendapatan usaha dapat tercapai dengan menjaga pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol, alhasil pelayanan kepada masyarakat tetap optimal secara bersamaan upaya penyesuaian tarif jalan tol dapat dilakukan sesuai yang telah direncanakan.
Ringkasnya, “Selain itu, Jasa Marga juga berkomitmen menjaga EBITDA untuk selalu bertumbuh dengan memastikan alokasi anggaran secara efektif dan efisien untuk menjalankan program kerja yang tepat guna," ungkapnya.
Berdasarkan Rivan, JSMR menerapkan strategi pengendalian biaya usaha serta fokus pada optimalisasi program dan efektivitas operasional yang secara keseluruhan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja keuangan perseroan.
JSMR juga tetap terbuka terhadap berbagai peluang skema kerja sama dengan tetap mempertahankan posisi Jasa Marga sebagai pemegang saham mayoritas. Langkah ini adalah bagian dari strategi optimalisasi aset yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham dan memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan.
“Hal ini diharapkan berpotensi mendukung upaya Jasa Marga dalam memperkuat struktur permodalan dan memaksimalkan potensi pertumbuhan di masa depan, selaras dengan masih menjaga komitmen Perseroan terhadap pelayanan optimal kepada para pengguna jalan tol di Indonesia,” paparnya.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

