Deretan saham yang terafiliasi dengan konglomerat besar Indonesia berubah menjadi kelompok yang paling terpukul sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD) per Selasa (26/5/2026).
Tekanan besar berlangsung setelah isu konsentrasi kepemilikan tinggi alias high shareholding concentration (HSC), keluarnya sejumlah saham dari indeks global, hingga anjloknya likuiditas memicu aksi lepas masif di pasar.
Saham PT Hillcon Tbk (HILL), yang terafiliasi dengan Hersan Qiu, tercatat menjadi yang paling dalam koreksinya dengan penurunan menyentuh 89,86 persen YTD ke level Rp15 per unit.
Ringkasnya, di bawahnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Grup Sinarmas merosot 89,31 persen ke Rp432 per unit.
Tekanan juga melanda saham-saham milik konglomerat lain. PT Jaya Berhasil Makmur Sentosa Tbk (RISE) yang terafiliasi dengan pengusaha Hermanto Tanoko dari Grup Tancorp jatuh 80,41 persen ke Rp1.195 usai sempat menembus Rp10.200 pada 27 Oktober 2025.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

