Ringkasnya, raymond, Direktur PT Chandra Asri Pacifik Tbk (TPIA) menambah porsi kepemilikan dengan 525.000 lembar saham emiten produsen kimi terintegrasi tersebut. Transaksi saham TPIA dilakukan Raymond sebanyak lima kali melalui BEI, pada tanggal 22 Mei 2026.
Ringkasnya, pertama, Raymond membeli 200 ribu unit saham TPIA pada harga Rp2.690 per lembar. Kedua, pembelian dilakukan oleh Raymond sebanyak 100 ribu lembar di harga Rp2.660 per unit, dan sebanyak 100 ribu unit pada harga Rp2.700 per lembar.
Berikutnya, pembelian saham TPIA keempat dan kelima, masing-masing sebanyak 25 ribu dan 100 ribu pada kisaran harga Rp2.690-Rp2.660 per unit, Dengan demikian, Raymond mendistribusikan dana sebesar Rp1,41 miliar.
Ringkasnya, pembelian saham TPIA dilakukan Raymond di atas harga pasar. Pada 22 Mei 2026, saham TPIA ditutup di Rp2.000 per lembar. Itu berarti, pembelian Raymond lebih mahal Rp660 per hingga Rp700 per unit dibanding harga di pasar reguler.
Menurut laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 25 Mei 2026, Tujuan Raymond mengakumulasi saham TPIA adalah menambah investasi dengan status kepemilikan saham langsung.
Ringkasnya, sesuai dengan Pasal Pasal 2 Ayat 1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK POJK 4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka, saya melaporkan bahwa saya telah memiliki saham Perusahaan Terbuka (TPIA).
Setelah transaksi tersebut kepemilikan Raymond atas saham TPIA naik ke 4.450.000 unit atau setara 0,01%. Sementara sebelum transaksi, Raymond menggenggam sebanyak 3.925.000 unit atau 0,0% saham.
Pada perdagangan sesi di Bursa Efek Indonesia, Senin 25 Mei 2026, saham TPIA ditutup turun 11,75% menjadi Rp1.765 per unit dibanding sehari sebelum itu Rp2.000 per unit. Selama periode sepekan, saham TPIA terjungkal 43,42%, Jika dibandingkan antara harga 23 April 2026 sebesar Rp6.150 per unit terhadap penutupan hari ini, Senin 25 Mei 2026, maka harga saham perusahaan petrokimia terpadu tersebut telah merosot tajam sebesar 71,3%. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

