PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mendistribusikan Rp27,5 triliun untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) di sepanjang 2025. Realisasi tersebut setara dengan 18,8% dari total pendapatan TLKM.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan, mayoritas belanja modal senilai 93% dialokasikan untuk perluasan infrastruktur segmen B2C, B2B Infrastructure dan Internasional.
“Sementara investasi yang tersisa dialokasikan untuk mendukung pengembangan platform digital dengan masih mengoptimalkan synergy value,” jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Selasa (12/5/2026).
Ringkasnya, baca Juga: Laba Bersih Telkom (TLKM) Tergerus 20% di 2025
Adapun di sepanjang 2025, emiten pelat merah ini meraup pendapatan senilai Rp146,74 triliun. Raihan tersebut mengalami pelemahan sekitar 2,15% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp149,96 triliun di 2024.
Laba usaha Telkom menyentuh Rp3,46 triliun, yang terjungkal 16,42% secara tahunan. Ini disebabkan oleh naiknya sejumlah pos beban, seperti beban penyusutan dan amortisasi yang naik 2,01% YoY menjadi Rp7,01 triliun.
Pos beban umum dan administrasi juga terpantau mengalami kenaikan senilai 6,04% YoY berubah menjadi Rp6,60 triliun. TLKM juga membukukan kerugian yang belum terealisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi senilai Rp242 miliar.
Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Telkom menyusut 20,48% YoY menjadi Rp17,81 triliun di sepanjang 2025 dari raihan 2024 yang menyentuh Rp22,40 triliun.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

