PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau WIKA Gedung (WEGE) membukukan pelemahan kinerja pada semester I-2026 setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp90 miliar. Angka ini berbalik negatif dibandingkan periode serupa tahun 2025 dengan laba Rp456,4 juta.
Kondisi tersebut berlangsung seiring dengan anjloknya pendapatan WEGE hingga 55 persen menjadi Rp404,8 miliar. Dengan begitu, laba kotor tergerus 79 persen tersisa Rp22,4 miliar.
Meski begitu, perseroan terus berupaya memperbaiki kinerjanya. Salah satunya kontrak baru yang menyentuh Rp610,7 miliar pada semester I-2026, naik 510 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya di kisaran Rp100 miliar.
WEGE juga terus meningkatkan disiplin keuangan dengan cara memangkas liabilitas secara signifikan menjadi Rp1,84 triliun. Angka ini turun dibandingkan akhir Juni 2025 yang menyentuh Rp2,53 triliun.
Penurunan kewajiban ini secara langsung memperkuat rasio-rasio solvabilitas dan likuiditas perseroan. Debt to Equity Ratio (DER) WEGE masih berada di level 0,98x. Sementara Current Ratio WEGE berada pada 1,80x, mencerminkan perbaikan meskipun penguatan arus kas operasi masih berubah menjadi prioritas.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

