Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Senin (25/5/2026), memperpanjang tren penurunan berubah menjadi tujuh hari beruntun di tengah tekanan berlapis dari keluarnya saham tersebut dari indeks global FTSE Russell dan MSCI.
Ringkasnya, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.42 WIB, saham DSSA merosot 5,50 persen ke level Rp515 per saham.
Nilai transaksi tercatat Rp45,72 miliar dengan volume perdagangan menyentuh 89,02 juta saham.
Tekanan lepas terhadap saham Grup Sinarmas itu makin dalam setelah FTSE Russell resmi mengumumkan penghapusan DSSA dari FTSE Global Equity Index Series dalam review Juni 2026. DSSA dikeluarkan dari kategori FTSE Global Large Cap Index efektif mulai 22 Juni 2026.
Langkah tersebut memperpanjang sentimen negatif yang sebelum itu sudah dipicu oleh keputusan MSCI mencoret DSSA bersama lima saham Indonesia lainnya dari MSCI Standard Index akibat isu likuiditas dan konsentrasi kepemilikan saham atau high shareholding concentration (HSC).
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

