Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam pekan ini (18-22 Mei 2026) mengalami penurunan, dari 6.599,240 ke level 6.162,045. Sementara kapitalisasi pasar bursa pada Jumat (22/5/2026) tercatat senilai Rp10.658.737 triliun, mengalami pelemahan dari Rp11.562.863 triliun, Senin (18/5/2026).
Seiring penurunan IHSG, terdapat 5 saham membukukan penurunan harga terbesar atau top losers pada pekan ini. Adapun 5 saham emiten terbesar di Top Losers pekan ini (18-22 Mei 2026) adalah PT Chandra Asia Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (KEUNTUNGAN), PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Menurut data RTI Business, dalam sepekan harga saham TPIA turun Rp2.700 atau terjungkal 55,05% menjadi Rp2.270 per unit. Volume saham yang ditransaksikan menyentuh 533,8 juta unit bernilai Rp1,6 triliun. Frekuensi transaksi saham TPIA sebanyak 87.139 kali. Net foreign sell (NFS) di saham TPIA tercatat Rp304,3 miliar.
Posisi kedua, ditempati oleh saham DSSA yang terkoreksi Rp555 atau ambles 47,64% menjadi Rp610 per saham. Volume saham yang ditransaksikan menyentuh 1,7 miliar unit bernilai Rp1,3 triliun. Frekuensi transaksi saham DSSA sebanyak 123.003 kali. Net foreign sell (NFS) di saham DSSA tercatat Rp427,1 miliar.
Berikut, saham KEUNTUNGAN turun Rp410 atau tergerus 43,39% menjadi Rp535 per saham. Volume saham yang ditransaksikan menyentuh 2,7 miliar unit bernilai Rp1,9 triliun dengan frekuensi sebanyak 214.000 kali. Net foreign sell (NFS) di saham KEUNTUNGAN tercatat sebesar Rp210,6 miliar.
Keempat diduduki saham WBSA yang terkoreksi Rp480 atau terpangkas 41,74% menjadi Rp670 per unit. Volume saham yang ditransaksikan menyentuh 808,7 juta unit bernilai Rp786,3 miliar. Frekuensi transaksi saham WBSA sebanyak 365.336 kali. Net foreign buy (NFB) di saham WBSA tercatat sebesar Rp13,3 miliar.
Terakhir (kelima), saham PTRO melorot Rp1.915 atau turun 35,63% menjadi Rp3.460 per saham. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 475,5 juta unit bernilai Rp2,1 triliun dengan frekuensi sebanyak 166.262 kali transaksi. Net foreign buy (NFB) di saham PTRO bernilai Rp28,7 miliar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

