PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp41,63 miliar pada 2025.
Pencapaian ini berbanding terbalik dengan kondisi tahun 2024. Saat itu, KOTA masih membukukan rugi bersih sebesar Rp18,07 miliar. Pembalikan kondisi ini menunjukkan pemulihan keuangan yang sangat signifikan bagi grup pengembang properti tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan, total pendapatan KOTA meroket tajam sebesar 317,27% secara tahunan (year-on-year/YoY). KOTA meraup pendapatan menyentuh Rp122,58 miliar pada 2025. Angka ini naik drastis dari realisasi tahun 2024 senilai Rp29,38 miliar.
Pendorong utama reli pendapatan ini berasal dari penjualan tanah yang menyumbang Rp80 miliar. Sementara itu, pendapatan dari jasa hotel menyalurkan kontribusi sebesar Rp42,58 miliar. Penjualan tanah kepada PT Jalasena Samudra Utama menjadi faktor kunci pertumbuhan revenue tahun berjalan.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga naik ke Rp37,65 miliar. Realisasi beban pokok ini naik dari tahun sebelum itu sebesar Rp9,19 miliar. Meski beban naik, KOTA membukukan laba bruto sebesar Rp84,94 miliar pada 2025.
Selain operasional, laba bersih Perseroan didorong oleh penghasilan lain-lain yang meningkat tajam menjadi Rp19 miliar. Kenaikan ini ditopang oleh penghapusan biaya akrual dari biaya bunga Bank Bukopin atas pelunasan pinjaman bank tersebut.
Manajemen juga membukukan kenaikan pada beban usaha menjadi Rp39,67 miliar dari sebelum itu Rp27,75 miliar. Adapun beban keuangan naik ke Rp20,69 miliar pada 2025 dibandingkan Rp12,08 miliar pada 2024.
Dari sisi neraca keuangan, total aset KOTA per Desember 2025 menyentuh Rp1,97 triliun. Angka ini tumbuh 31,21% dibandingkan posisi aset per Desember 2024 sebesar Rp1,50 triliun. Kenaikan aset didorong oleh penambahan aset tetap dan perolehan tanah untuk pengembangan.
Total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp736,93 miliar per Desember 2025. Nilai ini naik signifikan dari Rp309,09 miliar pada tahun sebelum itu. Sementara itu, total ekuitas DMSP juga terangkat menjadi Rp1,24 triliun dibandingkan Rp1,20 triliun pada akhir 2024.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
