NH Korindo Sekuritas mempertahankan rating BUY untuk saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Target harga (TP) saham perusahaan pelayaran ini meningkat ke Rp500 dari sebelum itu Rp400 per saham.
Head of Research NH Korindo Sekuritas, Ezaridho Ibnutama dan Associate NH Korindo Sekuritas, Graceline Melinda menyalurkan ulasan terbaru. Peningkatan target harga ini mempertimbangkan ketidakpastian geopolitik global. Konflik AS-Iran-Israel mengganggu lalu lintas maritim. Kondisi ini memicu kenaikan biaya logistik pelayaran.
Pendapatan SMDR sepanjang tahun 2025 (FY25) tercatat sebesar USD 802 juta. Angka ini menyentuh 101% dari target perkiraan awal. Pertumbuhan utama datang dari negara-negara Asia Tenggara (di luar Indonesia) yang naik 17% secara tahunan menjadi USD 265 juta.
Wilayah Timur Tengah dan India juga menunjukkan pemulihan kontrak pengiriman. Segmen ini tumbuh 8% menjadi USD 91 juta. Sementara itu, pendapatan dari Indonesia menyumbang 55% terhadap total pendapatan. Sementara itu, pertumbuhan domestik hanya sebesar 5% menjadi USD 439 juta.
Laba bersih SMDR pada 2025 tumbuh tipis 2% dibandingkan penurunan tajam 32% pada 2024. Meskipun begitu, realisasi laba bersih ini baru menyentuh 81% dari target perkiraan. Margin laba kotor melemah ke 18% dari sebelum itu 20%. Tekanan ini dipicu oleh kenaikan biaya pengiriman dan keagenan sebesar 15% menjadi USD 524 juta.
SMDR kini gencar menjalankan diversifikasi pasar ke Jepang. Perusahaan membentuk usaha patungan bernama Blue Ocean Shipping Co. Ltd (BOS) bersama Imoto Corporation. Langkah ini bertujuan menangkap pendapatan logistik kontrak lokal di Jepang.
“Strategi diversifikasi geografis ke Jepang ini sebagai lindung nilai terhadap dominasi kontribusi dari Timur Tengah,” tulis Ezaridho Ibnutama dalam risetnya, dikutip Senin (20/4/2026).
Untuk mendukung operasional di Negeri Sakura, BOS telah mengakuisisi dua kapal. Kapal tersebut adalah MV Sagami dan MV Hyogo pada Maret 2026. Selain Jepang, SMDR memperkuat konektivitas global di Terminal Patimban.
Perusahaan telah melayani kapal MSC Hanisha III berkapasitas 2.500 TEUs untuk rute Shanghai-Patimban. Manajemen optimistis aktivitas di Pelabuhan Patimban dapat meningkatkan pendapatan jasa armada untuk rute Singapura-Patimban.
NH Korindo Sekuritas melihat perang tarif era Trump mulai mendingin. Implementasi Tarif Global 15% dan perjanjian dagang AS-Indonesia awal 2026 menjadi katalis positif. Faktor ini dinilai mampu meredam tekanan akibat kenaikan harga minyak dunia.
“Ketidakpastian geopolitik mengimbangi tarikan penurunan dari kelebihan pasokan pengiriman global,” tambah Ezaridho.
Meski prospek cerah, investor perlu mewaspadai beberapa risiko. Penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan dapat mengganggu operasional. Kenaikan harga bahan bakar juga bisa menekan beban operasional. Selain itu, perlambatan ekonomi makro dapat memengaruhi pengiriman domestik. Kini, SMDR diperdagangkan pada P/E 6,91 kali.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.
