PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan kinerja keuangan yang berakhir pada 31 Maret 2026. Perusahaan telekomunikasi di bawah Danantara tersebut membukukan kenaikan pendapatan meski dihadapkan pada reli beban usaha.
Mengacu laporan keuangan yang diterbitkan Jumat (29/5/2026), Telkom meraup pendapatan usaha sebesar Rp37,19 triliun sepanjang kuartal I-2026, meningkat 1,5 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp36,64 triliun.
Segmen B2C melalui Telkomsel menjadi tulang punggung utama Telkom dengan menyumbang pendapatan Rp27,02 triliun atau setara dengan 72,7 persen dari total pendapatan perseroan.
Sementara itu, segmen B2B ICT membukukan pendapatan sebesar Rp3,09 triliun, disusul segmen Internasional Rp2,8 triliun dan B2B Infra Rp2,35 triliun. Segmen lain-lain ikut berkontribusi pada pendapatan sebesar Rp1,92 triliun.
Meski pendapatan naik tipis, kenaikan beban menekan kinerja Telkom. Beban usaha naik 15,5 persen, terutama akibat kenaikan beban operasi dan pemeliharaan hingga 17,2 persen menjadi Rp6,58 triliun. Perseroan juga membukukan adanya reli sewa sirkit dan Customer Premise Equipment (CPE) sebesar 39 persen menjadi Rp1,15 triliun.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

