PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) menerangkan kantor cabang di Arab Saudi akan dibuka di sekitar bulan November-Desember tahun berjalan. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menerangkan, kantor itu akan berada di kota Jeddah. "Kita ada 2 cabang di Dubai dan akan buka di November ini di Jeddah," kata Anggoro saat memberi sambutan di Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Manfaat Layanan Tambahan BPJS Ketenagakerjaan dan BSI, Grha BPJamsostek, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan pihaknya dengan pemerintah Arab Saudi kini tengah menjalankan proses due diligence dan diperkirakan dapat rampung di sekitar November-Desember. "Kita dengan Saudi sedang proses untuk due diligence-nya. Ditargetkan di akhir tahun November-December kita bisa mulai buka cabangnya," kata Anggoro seusai acara tersebut.
Ia menuturkan kantor cabang di Arab Saudi tersebut nantinya akan fokus memberi layanan untuk para nasabah jemaah haji dan umrah dari Indonesia. "Yang pertama kita akan fokus untuk membantu para jemaah Indonesia itu kan haji dan umrah dulu," ucap Anggoro. Tahun sebelumnya, bank syariah terbesar RI itu telah memperoleh izin untuk membuka kantor cabang di Arab Saudi.
Tepatnya pada 22 April 2025, Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan menyalurkan izin bagi BSI itu dalam sidang Kabinet yang dipimpin oleh Putra Mahkota secara bersamaan Perdana Menteri, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud. Persetujuan ini turut memperkuat kolaborasi di bidang ekonomi dan keuangan syariah antara Indonesia dan Arab Saudi, dua negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang memiliki peranan penting dalam dunia Islam.
Mengingatkan saja, kini, kantor cabang BSI yang telah berdiri di wilayah Timur Tengah berada di Dubai. Kantor cabang tersebut juga menjadi satu-satunya bank syariah asal Indonesia yang berada di wilayah Timur Tengah.
Dengan disetujuinya pendirian kantor cabang BSI di Arab Saudi, Indonesia diproyeksikan memiliki dua kantor cabang bank syariah di wilayah Timur Tengah.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

